Tampilkan postingan dengan label MATERI PAI KLS 8 B. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI PAI KLS 8 B. Tampilkan semua postingan

Adab Makan Dan Minum Dalam Islam

22.21 0
Sahabat admin yang di muliyakan Allah, Allah Swt. dan rasul-Nya menuntunkan tata krama makan dan minum. Hal ini karena makan dan minum adalah aktivitas yang menjadi kegiatan pribadi, semi sosial, dan kegiatan sosial dalam masyarakat. Adanya adab atau tata krama makan dan minum akan membedakan kita dengan hewan atau setan. 

Sebaliknya, apabila cara makan dan minum kita sembarangan tanpa mematuhi aturan kehalalan makanan, adab kesopanan, dan norma lain yang berlaku, cara kita makan dan minum tidak berbeda dari hewan. Menjadi berbeda dari hewan atau makhluk lain sangat penting. Hal ini untuk menjaga harkat dan martabat kita selaku makhluk Allah Swt. yang dikaruniai akal dan nurani. Adapun tata krama makan dan minum yang Allah Swt. dan rasul-Nya tuntunkan adalah sebagai berikut.

Teliti sebelum mengkonsumsi Inilah hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim saat menentukan akan mengkonsumsi makanan atau minuman. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui dengan pasti kehalalan atau keharaman makanan yang masuk dalam tubuh kita. Dengan demikian, kita dapat menjaga diri kita dari makanan yang haram dan subhat atau meragukan.  Begitu pula dengan ke-tayyiban makanan yang kita konsumsi.

Tayyib artinya baik. Jadi makanan yang kita makan haruslah makanan yang baik, sehat, dan tidak berakibat buruk bagi tubuh. Meneliti halal dan tayyib ini menjadi kebutuhan kita. Hal ini juga ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya berikut ini.

Ya ayyuhallazina amanu kulu min tayyibati marazaqnakum wasykuru ulillahi inkuntum iyyahu ta'buduna

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik dari apa yang Kami karuniakan kepadamu  dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya. (Q.S. al-Baqarah [2]:172)

Ada beberapa cara kita menentukan kehalalan dan ketayyiban suatu makanan atau minuman.

Dari zat makanan atau minuman tersebut. Artinya, kita menentukan apakah makanan dan minuman yang akan kita konsumsi termasuk makanan yang halal, haram, atau subhat (meragukan). Apabila diketahui makanan yang akan kita makan adalah makanan haram atau mengandung unsur haram, kita tidak boleh terus mengkonsumsinya.

Dari proses pengolahannya. Misal dari proses penyembelihan atau penggunaan alat masaknya. Apabila kita menemukan makanan yang terhidang adalah makanan yang dimasak dengan alat yang sama untuk memasak makanan yang haram, kita tidak boleh memakannya.

Setelah mengetahui makanan dan minuman yang akan kita konsumsi halal, kita pilih makanan yang baik dan sehat. Baik dalam hal ini bukan berarti mewah dan harus sangat nikmat. Apabila makanan dan minuman tidak sehat untuk dikonsumsi, misal makanan basi, sebaiknya kita hindari.

Mengundang makan bila mampu. Semakin banyak orang menikmati makanan bersama kita dan merasa nikmat dengan makanan yang kita sediakan, semakin berkah makanan tersebut bagi hidup kita.

Mengambil makanan yang terdekat. Saat dihidangkan, makanan yang tersedia dapat ditata sedemikian rupa sehingga menyebar di atas meja hidang. Bersyukurlah dengan apa yang terdekat dengan tempat duduk kita dan hindari berusaha mengambil makanan yang terletak jauh dari kita. Usaha untuk mengambilnya dapat menodai kesopanan di meja makan.

Tanggap terhadap kebutuhan dan keinginan orang lain pada hidangan yang ada di dekat kita. Hal ini kita lakukan untuk membantu teman mendapatkan menu yang ia inginkan.

Mengambil makanan secukupnya agar dapat berhenti sebelum kenyang. Ambillah makanan secukupnya. Jangan terlalu sedikit untuk menjaga citra diri hingga kita masih merasa lapar. Jangan pula terlalu banyak hingga terlihat seperti orang yang rakus.

Menikmati makanan sambil duduk.

Berdoa sebelum makan. Kita boleh cukup membaca basmallah sebelum makan. Boleh juga menambahkan doa sebagai berikut.

Allahumma bariklana fima razaqtana waqina'aza bannari

Artinya: “Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan jagalah kami dari api neraka.”

Bacalah doa hendak makan tersebut. Lalu, cermatilah makna dalam doa tersebut. Itulah Adab Makan Dan Minum Dalam Islam, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan mudah-mudahan Allah selalu memberi Petunjuk dan RidhaNya kepada kita semua amin…

Cara Kita Meneladani Kehidupan Rasulullah SAW

22.19 0
Sahabat admin yang di muliyakan Allah, Meneladani Rasulullah saw. Meneladani contoh kehidupan Rasulullah saw. merupakan hal terbaik yang dapat kita lakukan sebagai pengikutnya.  Terdapat banyak hal yang dapat kita lakukan untuk meneladani kehidupan beliau. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Mempelajari sejarah kehidupan Rasulullah saw. Mempelajari sejarah kehidupan Rasulullah merupakan suatu keharusan agar kita dapat mengetahui dan memahami nilai teladan Rasulullah saw. Dengan mempelajarinya, kita mengetahui kebiasaan Rasulullah saw., cara beliau melakukan sesuatu, dan pendapat beliau. Dengan mempelajarinya kita mengetahui syariat yang beliau bawa dan tindakan beliau sebagai manusia biasa yang terkait waktu serta tempat beliau.

Berusaha mengikuti peri kehidupan Rasulullah saw. dalam keadaan kita saat ini. Artinya, kita berusaha mengikuti contoh kehidupan Rasulullah saw. sambil menyesuaikannya dengan  keadaan dan tata nilai kita saat ini. Misal, cara berpakaian. Dahulu Rasulullah saw. selalu menggunakan jubah karena beliau berasal dari daerah yang menggunakan jubah. Untuk meneladaninya, kita boleh saja ikut menggunakan jubah. Akan tetapi, kita juga  dapat meneladani beliau dengan menggunakan model pakaian kita di Indonesia. Tentu saja dengan mengikuti ketentuan menutup aurat sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw.

Berusaha mengikuti syariat yang dibawa Rasulullah saw. secara konsekuen. Sebagai muslim, cara meneladani ini merupakan keharusan. Inilah jalan hidup yang Allah Swt. turunkan kepada kita. Dalam hal ini, kita akan mengenal berbagai bahasan fikih atau hukum melakukan sesuatu. Untuk itu, kita harus lebih intensif belajar hingga kita mendapatkan informasi lengkap terkait bahasan yang kita pelajari. Dengan demikian, kita terhindar dari kesempitan berpikir dan berpendapat dalam melaksanakan syariat Islam.

Mengabarkan teladan Rasulullah kepada orang lain. Setelah mempelajari kehidupan Rasulullah saw. dan menerapkannya dalam kehidupan, kita kabarkan kisah Rasulullah saw. dan syariat yang dibawanya kepada semua orang. Hal ini adalah teladan Rasulullah saw. dalam menyampaikan Islam. Satu hal penting untuk kalian perhatikan adalah sampaikan teladan indah Rasulullah saw. dengan bahasa yang santun tanpa menggurui. Dengan demikian, teladan itu dapat diterima dengan baik oleh orang lain.

Itulah Cara Kita Meneladani Kehidupan Rasulullah SAW, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan mudah-mudahan Allah selalu memberi Petunjuk dan RidhaNya kepada kita semua amin…

Sejarah Singkat Kehidupan Nabi Muhammad

22.17 0
Sahabat admin yang di muliyakan Allah, Masa kecilnya dijalani sebagai anak yatim piatu di usia empat tahun. Meski tumbuh tanpa ayah dan ibu, Muhammad tampil sebagai anak yang bijak. Keadaan Muhammad membentuk jiwanya menjadi jiwa yang besar dan teguh pendirian. Ia tidak mudah terlarut dalam budaya jahiliyah yang ada di sekitarnya. Muhammad tampil di tengah masyarakatnya sejak masa remaja dengan ikut serta dalam berbagai peperangan membela kaumnya.

Pengakuan masyarakat atas ketokohan dan kepribadiannya didapat saat ia dengan bijak menyelesaikan sengketa Kakbah. Dengan sorbannya ia mengangkat Hajar Aswad dan mengembalikannya ke tempat semula. Sejak itu, Muhammad mendapat gelar Al-Amin. Di usia empat puluh tahun, Muhammad diangkat sebagai rasul. Surah al-Alaq menjadi tanda pengangkatannya di Gua Hira.

Dengan wahyu pertama itu, Muhammad menyandang gelar Rasulullah saw., utusan Allah Swt. Dalam peran barunya, Rasulullah Muhammad saw. tampil menjadi tokoh panutan. Segala tindak-tanduknya tidak lagi berdasar keinginan nafsunya. Beliau berjalan, diam, makan, dan tidurnya memberikan contoh terbaik dalam kehidupan seorang muslim. Sebagai rasul, Beliau menyampaikan ajaran Allah Swt. secara paripurna. Tidak ada satu ayatpun amanah dari Allah Swt. Beliau sembunyikan.

Beliau adalah pemimpin terbaik yang selalu mendahulukan kepentingan umat yang dipimpinnya. Bahkan, saat sakaratul maut pun masih teringat pada umatnya. Sebagai tetangga, beliau tetangga terbaik. Saat ada tetangga yang sakit beliau segera menjenguknya. Sebagai kepala keluarga, beliau kepala keluarga terbaik. Selama berpuluh tahun membina rumah tangga, tidak pernah sekalipun ada perselisihan dalam keluarga beliau. Pendek kata, dalam kapasitas apapun, beliau senantiasa memberikan teladan terbaik. Oleh karena itulah, Allah Swt. menjadikan beliau sebagai uswah hasanah bagi umatnya. hal ini Allah Swt. firmankan dalam Surah al-Ah .zab [33] ayat 21.

Laqad kana lakum fi Rasulillahi uswatun hasanatul liman kana yarjullaha wal yaumalakhira wa zakkarallaha kasiran.

Artinya: “Sungguh ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

Perhatikanlah ayat tersebut. Allah Swt. Rabb sekalian alam yang menciptakan setiap makhluk di dunia ini telah menyatakan bahwa pada diri Rasulullah saw. terdapat suri teladan yang baik bagi setiap muslim. Sebagai seorang muslim, adakah yang layak kita lakukan selain menindaklanjuti informasi Allah Swt. tersebut dengan meneladaninya.

Itulah Sejarah Singkat KehidupanNabi Muhammad, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan mudah-mudahan Allah selalu memberi Petunjuk dan RidhaNya kepada kita semua amin…

Nama-Nama Rasul Yang Mendapat Gelar Ulul Azmi

22.15 0
Sahabat admin yang di muliyakan Allah, Ulul Azmi artinya orang  yang memiliki keteguhan hati. Rasul Ulul Azmi adalah para rasul yang memiliki keteguhan dan kesabaran yang sangat tinggi dalam menghadapi ujian dan cobaan dakwah yang sangat berat. Mereka berhadapan dengan kaumnya yang menentang dan memberikan kesulitan dalam rentang waktu lama. Meski demikian, hati mereka tidak gentar dan berputus asa.

Keteguhan mereka menjadi contoh bagi kita sebagai muslim. Oleh karenanya, Allah Swt. memerintahkan kita untuk mencontoh keteguhan hati mereka. Perintah itu dapat kalian temukan dalam Surah al-Ahqaf [46] ayat 35.

. . . fasbir kamasabaru ulul'azmi minarrusul . . . .

Artinya: “. . . Maka bersabarlah seperti bersabarnya orang-orang yang memiliki keteguhan hati (Ulul Azmi) dari para rasul . . . .”

Adapun para rasul yang mendapatkan gelar Ulul Azmi ada lima rasul sebagai berikut.

(1) Nabi Nuh a.s.
(2) Nabi Ibrahim a.s.
(3) Nabi Musa a.s.
(4) Nabi Isa a.s.
(5) Nabi Muhammad saw.

Setiap nabi Ulul Azmi memiliki kisah hidup utama yang dapat dijadikan teladan bagi setiap muslim. Misal, kegigihan Nabi Nuh a.s. yang berdakwah kepada kaumnya, ketegaran Nabi Ibrahim a.s. saat mendapat perintah Allah Swt., Keteguhan Nabi Musa a.s. yang memimpin Bani Israel, Kelembutan Nabi Isa a.s., dan teladan agung Rasulullah Muhammad saw.

Lebih Dekat dengan Rasulullah saw. Rasulullah saw. adalah gelar yang disematkan kepada seorang manusia mulia bernama Muhammad bin Abdullah bin Abdul muttalib. Beliau adalah nabi akhir zaman yang dibangkitkan Allah Swt. untuk seluruh manusia sejak masa beliau hidup hingga akhir zaman kelak. Sepanjang kisah hidup Muhammad merupakan kisah indah seorang manusia agung.

Itulah Nama-Nama Rasul Yang Mendapat Gelar Ulul Azmi, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan mudah-mudahan Allah selalu memberi Petunjuk dan RidhaNya kepada kita semua amin…

Sifat-Sifat Yang Dimiliki Para Rasul

22.13 0
Sahabat admin yang di muliyakan Allah, Para rasul adalah manusia pilihan. Mereka terpilih diantara manusia pada masanya untuk melaksanakan tugas penting dari Allah Swt. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika para rasul dibekali Allah Swt. dengan sifat-sifat istimewa dibandingkan manusia yang lain. Pada saat yang sama para nabi dan rasul juga dijaga oleh Allah Swt. dari sifat-sifat tercela yang dapat menghambat tugas mereka. Sifat-sifat tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.

Sifat Wajib bagi Rasul, Sifat wajib adalah sifat istimewa yang harus ada pada diri seorang rasul. Adapun sifat wajib bagi para rasul adalah sebagai berikut.
  1. Siddiq, yaitu benar atau jujur. Seorang rasul selalu memiliki sifat benar, baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keinginannya.
  2. Amanah, yaitu dapat dipercaya. Seorang rasul adalah seorang yang dapat dipercaya, baik sebagai pribadi manusia maupun sebagai rasul utusan Allah Swt. Sebagai pribadi mereka selalu dapat dipercaya dalam memegang amanah dari sesama manusia. Terlebih lagi sebagai rasul. Apapun yang beliau sampaikan sebagai rasul pastilah sama seperti perintah Allah Swt. Tanpa dikurangi atau ditambah sedikit pun.
  3. Tablig, yaitu menyampaikan. Apapun yang Allah Swt perintahkan untuk disampaikan kepada umatnya, pastilah disampaikan. Para rasul tidak menyembunyikan pesan apapun meski berhadapan dengan kekejaman umatnya.
  4. Fatanah, yaitu cerdik dan bijaksana. Para rasul adalah pribadi yang cerdik dalam memandang situasi dan kondisi umatnya. Mereka mampu menyelami jiwa umatnya sehingga tugas yang mereka emban dapat tertunaikan dengan baik. 

Sifat Mustahil bagi Rasul Sifat mustahil bagi rasul adalah sifat tercela yang tidak mungkin ada pada diri rasul. Sifat ini adalah kebalikan dari sifat wajib bagi mereka. Seperti sifat wajib, sifat mustahil juga berjumlah empat sebagai berikut.

1) Kiz . bun, yaitu berdusta.
2) Khiya -nat, yaitu tidak dapat dipercaya.
3) Kitman, yaitu menyembunyikan pesan dari Allah Swt.
4) Baladah, yaitu bodoh dan ceroboh.

Sifat Jaiz bagi Rasul Sifat jaiz adalah sifat para rasul sebagai manusia biasa selayaknya manusia yang lain. Sifat jaiz berupa sifat-sifat kemanusiaan seperti makan, minum, berkeluarga, lelah, dan sebagainya.
Pada diri rasul Allah melekat sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz.

Setiap Rasul adalah Teladan Setiap rasul adalah teladan bagi umatnya maupun umat yang datang belakangan. Mereka memberikan teladan hidup dalam perjuangan mereka berdakwah kepada kaumnya maupun dalam kehidupan pribadi mereka saat menghadapi kerasnya hidup. Di dalam Al-Qur’an terdapat dua rasul yang disebut Allah Swt. menjadi teladan utama, yaitu para rasul Ulul Azmi dan Rasulullah Muhammad saw.

Itulah Sifat-Sifat Yang Dimiliki Para Rasul, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan mudah-mudahan Allah selalu memberi Petunjuk dan RidhaNya kepada kita semua amin...

Jumlah Dan Nama-Nama Rasul Yang Wajib Diketahui

22.11 0
Sahabat admin yang di muliyakan Allah, Seperti telah kamu ketahui, sejarah umat manusia terentang sejak masa Nabi Adam a.s. hingga masa kita saat ini dan akan berlanjut hingga akhir zaman kelak. Umat manusia pun tersebar di seluruh penjuru bumi ini. Artinya, tidak hanya ada di tanah Arab atau di Indonesia saja. Sebagai contoh, manusia pada masa Nabi Musa a.s. hidup di wilayah Mesir dan tanah Arab. Beliau diutus untuk membimbing Bani Israel dan untuk memberikan peringatan kepada Fir’aun.

Pada waktu yang sama, manusia tidaklah hanya terdapat di dua tempat tersebut melainkan tersebar di penjuru dunia yang lain seperti Cina, Jepang, dan daratan Eropa. Hal ini membuka kemungkinan adanya nabi dan rasul yang Allah Swt. utus kepada orang-orang yang hidup di tempat lain tersebut. Dengan demikian, jumlah nabi dan rasul yang Allah Swt. utus kepada manusia dapat sangat banyak.

Dalam satu riwayat tentang pembuatan kapal Nabi Nuh disebutkan bahwa Allah Swt. telah mengangkat 124.000 nabi dan mengutus 313 rasul. Dari jumlah tersebut, hanya 25 nama yang terdapat dalam Al-Qur’an. Oleh karenanya, kita hanya wajib mengetahui dua puluh lima nama nabi dan rasul saja. Nama-nama nabi dan rasul tersebut disebutkan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an. Adapun nama dua puluh lima nabi dan rasul itu adalah sebagai berikut. (1) Adam a.s. (14) Syuaib a.s. (2) Idris a.s. (15) Yunus a.s. (3) Nuh a.s. (16) Musa a.s. (4) Hud a.s. (17) Harun a.s. (5) Saleh a.s. (18) Ilyas a.s. (6) Ibrahim a.s. (19) Ilyasa a.s. (7) Lut a.s. (20) Daud a.s. (8) Ismail a.s. (21) Sulaiman a.s. (9) Ishaq a.s. (22) Zakaria a.s. (10) Ya'qub a.s. (23) Yahya a.s. (11) Yusuf a.s. (24) Isa a.s. (12) Ayyub a.s. (25) Muhammad saw. (13) Zulkifli a.s.

Selain dua puluh lima nama tersebut, masih ada nama lain yang sering disebut dalam khazanah umat Islam. Nama-nama lain tersebut adalah Nabi Khidir a.s. dan Nabi Uzair a.s. yang hidup di sekitar masa Nabi Musa a.s. Diantara para nabi tersebut di atas, Allah Swt. melebihkan sebagian dari sebagian yang lain. Hal ini Allah Swt. nyatakan dalam Surah al-Baqarah [2] ayat 253

. . .Tilkarrusulu faddalna ba'duhum 'ala ba’diim minkum man kallamallahu wa rafa'a ba'dahum darajatin . .

Artinya : “. . .Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Diantara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengannya), dan sebagian (lagi) Allah meninggikannya beberapa derajat. . .”

Sebagian rasul yang diberi kelebihan oleh Allah Swt. kita kenal sebagai rasul Ulul Azmi. Mereka memberikan teladan indah bagi setiap muslim dalam fase kehidupan mereka. Hal ini tidak lepas dari sifat-sifat utama para rasul. Dalam satu riwayat tentang pembuatan kapal Nabi Nuh disebutkan bahwa Allah telah mengangkat 124.000 nabi dan mengutus 313 rasul.

Itulah Jumplah Dan Nama-Nama Rasul  Yang Wajib Diketahui, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua dan mudah-mudahan Allah selalu memberi Petunjuk dan RidhaNya kepada kita semua amin…