Tampilkan postingan dengan label MATERI PELAJARAN AGAMA KLS 9 B. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI PELAJARAN AGAMA KLS 9 B. Tampilkan semua postingan

Lafadz Surah At-Tin Dan Terjemahannya

04.47 0
Sahabat admin yang berbahagia, disini saya menulis lafadz surah at- Tin dengan mengunakan tulisan huruf abjad. Bismillahir-rahmanir-rahimi (1)Wat-thini waz-zaituni(2)Wa thuri sinina(3)Wa hadzal-baladil-amini(4)Laqad khalaqnal-insana fi ahsani taqwimin(5)tsumma radadnahu asfala safilina(6)Illal-ladzina amanu wa ‘amilus-sholihati falahum ajrun ghairu mamnμnin(7)Fama yukadzibuka ba‘du bid-dini(8)Alaisallahu biahkamil-hakimina.

Terjemahan Surah At-Tin
(1)Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun(2)Demi gunung Sinai(3)Dan demi negeri (Mekah) yang aman ini(4)Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya(5)Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, pahala yang tidak ada putus-putusnya(6)Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya(7)Maka apakah yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu,(8)Bukankah Allah Hakim yang paling adil? (Q.S. At-Tin/95: 1-8)

Arti Kata-Kata (Mufradat)

demi : lebih rendah
buah pohon Tin : kecuali/melainkan
buah pohon zaitun : Kami kembalikan dia
dan gunung : pahala
sinai/sinin : tidak
kota/negeri Mekah : terputus
aman : hari pembalasan
sebaik-baik : paling adil/bijaksana
bentuk : hakim
bagi mereka : dan mereka beramal
kebaikan/saleh : mereka beriman

Itulah Lafadz Surah At-Tin Dan Terjemahannya, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Contoh Seni Bangunan Berupa Masjid Di Indonesia

04.45 0
Sahabat admin yang berbahagia, Berikut ini akan diuraikan bangunan masjid sebagai peninggalan budaya Islam pada beberapa daerah di tanah air kita.

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di banda Aceh, merupakan salah satu masjid indah dan peninggalan Kerajaan Aceh. Masjid ini memiliki lima buah menara, menara tertinggi terdapat di halaman depan dengan ketinggian 51 meter. Dua buah menara terdapat di bagian tengah dan
dua buah yang lain di bagian belakang.

Masjid Agung Banten

Satu-satunya peninggalan kuno di Banten yang masih berdiri kokoh ialah sebuah masjid yang terkenal dengan sebutan Masjid Agung Banten. Bangunan masjid ini didirikan pada tahun 1566 M atau tanggal 5 Zulhij ah 966 H pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin. Bangunan Masjid Agung Banten memiliki menara setinggi 30 meter.

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak terletak di Desa Kauman-Demak, Jawa Tengah. Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Selain sebagai pusat pemerintahan, Demak juga menjadi pusat kegiatan dakwah para wali songo pada masa pemerintahan Raden Fatah.

Bangunan induk memiliki empat buah tiang utama yang disebut saka guru. Keempat tiang utama tersebut menjadi penopang atap yang berbentuk susun tiga. Bangunan serambi merupakan ruangan terbuka. Atapnya berbentuk limas ditopang oleh delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.

Itulah Contoh Seni Bangunan Berupa Masjid Di Indonesia, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Contoh Seni Budaya Tradisi Islam

04.43 0
Sahabat admin yang berbahagia, Budaya bangsa Indonesia ada kalanya meneruskan kebiasaan atau adat istiadat yang sudah menjadi tradisi nenek moyang dahulu. Ada kalanya budaya yang sesuai kesukuan masing-masing sebagai adat istiadat kesukuannya dan juga ada kalanya kebudayaan yang sesuai ajaran agama Islam karena di dalamnya terdapat nilai-nilai Islami, Di antara seni budaya lokal yang merupakan tradisi Islam adalah sebagai berikut.

Upacara Grebeg
                                                                                            
Grebeg berasal dari kata grebe, gerbeg. Dalam bahasa Jawa disebut anggrebeg yang bermakna menggiring raja, pembesar, atau pengantin. Misalnya, Grebeg Kraton Kesultanan Yogyakarta pertama kali diadakan oleh Sultan Hamengkubuwono I dengan mengeluarkan hajat dalem berupa gunungan lanang, gunungan wadon, gunungan gepak, dan gunungan kutug/ bromo.

Grebeg dalam satu tahun diadakan tiga kali, yaitu: setiap tanggal 1 Syawwal untuk menghormati bulan Ramadhan dan malam lailatul qadar, tanggal 10 zdulhijjah bertujuan merayakan Idul Adha. Dan tanggal 12 Rabiul Awwal bertujuan memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. Kesenian Grebeg terdapat di Yogyakarta, Surakarta, Cirebon dan Demak.

Gamelan Sekaten

Pertama kali memperkenalkan Kesenian Gamelan Jawa adalah Sunan Bonang dalam rangka menyebarkan agama Islam untuk menyesuaikan diri dengan corak kebudayaan Jawa yang menggemari wayang dan music gamelan. Oleh karena itu, la menciptakan gending-gending Jawa yang memiliki nilai-nilai Islam. Setiap bait lagu diselingi ucapan dua kalimat syahadat (syahadatain) sehingga musik gamelan yang mengiringinya dikenal dengan istilah sekaten yang artinya sama dengan syahadatain.

Perhitungan Tahun Caka (Saka)

Sejak abad ke-8 M di Jawa sudah ada kerajaan Hindu-Jawa yang menggunakan perhitungan waktu dengan menggunakan sistem angka menurut saka. Tahun saka dihitung menurut perputaran matahari. Jumlah hari dalam sebulan berjumlah 30, 31, 32, atau 33 pada bulan terakhir (bulan Saddha).

Namun pada abad ke-16 M setelah Islam datang, kerajaan-kerajaan di Jawa mulai menggunakan sistem Arab yang disebut tahun hijriyah. Tahun hijriyah termasuk tahun komariah, yaitu tahun yang menggunakan perhitungan mengikuti perputaran bulan. Pemberlakuan tahun hijriyah di Jawa pada masa itu adalah dalam rangka menyamakan peringatan-peringatan penting, misalnya dua hari raya. Idul fitri tanggal 1 syawwal, Idul Adha 10 zdulhijah, dan setiap tanggal 12 Rabiul Awwal sebagai hari Maulid Nabi Muhammad saw.

Pesta Tabuik

Pesta Tabuik adalah upacara yang diadakan untuk memperingati gugurnya pahlawan Islam yang bernama Husein bin Ali bin Abu Thalib (cucu Nabi Muhammad saw.). Husein gugur pada saat mempertahankan haknya sebagai pewaris tahta khalifah Syiah yang direbut oleh Raja Yazid dari Bani
Umayah.

Panah Kalimasada

Cerita perwayangan Kalimasada adalah senjata pusakanya Prabu Puntadewa, Raja Amarta. Setelah Islam masuk melalui peran Wali Sanga (Sunan Kalijaga), kalimasada digunakan sebagai media dakwah. Kalimasada tersebut berisikan kalimat syahadat sebagai ajaran tauhid Islam dalam cerita pewayangan. Adapun tokoh yang menjadi teladan dalam cerita tersebut adalah Puntadewa yang berhati bersih dan suci.

Niticruti, Nitisastra, dan Astabrata
Niticruti, Nitisastra, dan Astabrata adalah karya sastra Jawa berbentuk pantun yang berisi tentang nasihat atau akhlak yang baik. Di antara contoh nasihat tersebut terdapat dalam lagu Dandanggula yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga.

Kesenian-kesenian Tradisional

Kesenian yang dijadikan media untuk menarik masyarakat, hingga sekarang banyak kesenian tradisional ataupun modern dari daerah tertentu yang menjadi tradisi Islam, seperti gambang kromong dan orkes gambus dari Betawi.

Seni Bangunan Berupa Masjid

seni bangunan berupa masjid. Seperti contoh Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di banda Aceh, Masjid Agung Banten, Masjid Raya Baiturrohman Aceh, Masjid Agung Demak terletak di Desa Kauman-Demak, Jawa Tengah.

Itulah Contoh Seni Budaya Tradisi Islam, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Pengertian / Definisi Seni Budaya Lokal Bagian Dari Tradisi Islam

04.40 0
Sahabat admin yang berbahagia, Budaya bangsa Indonesia ada kalanya meneruskan kebiasaan atau adat istiadat yang sudah menjadi tradisi nenek moyang dahulu. Ada kalanya budaya yang sesuai kesukuan masing-masing sebagai adat istiadat kesukuannya dan juga ada kalanya kebudayaan yang sesuai ajaran agama Islam karena di dalamnya terdapat nilai-nilai Islami, seperti grebeg, sekaten, dan wayang.
                                      
Seni atau kesenian termasuk bagian dari kebudayaan. Di antara perwujudan kebudayaan yang lain adalah pola pikir dan perilaku manusia, bahasa, peralatan hidup, dan organisasi sosial yang semua itu ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan masyarakat. Tradisi adalah adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan masyarakat. Adapun tradisi Islam adalah suatu adat kebiasaan yang di dalamnya terdapat nilai-nilai agama Islam.

Tidak dapat dipungkiri bahwa seni dan kebudayaan Islam yang berkembang di seluruh kepulauan Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaankebudayaan yang sudah lama berada di kesukuan tersebut. Selain itu, kebudayaan Islam di Indonesia berkembang setelah terjadi akulturasi (percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi) dengan kebudayaan yang ada pada saat itu.

Hal ini dikarenakan dalam proses penyebaran agama Islam di antaranya dengan cara pendekatan sosial budaya. Unsur budaya setempat, seperti tulisan, bahasa, arsitektur, dan kesenian yang bernilai Islami juga dilakukan oleh para mubalig dalam menyebarkan agama Islam di kepulauan Indonesia, seperti di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Sebagai contoh, misalnya kesenian wayang kulit di Jawa.

Kesenian wayang yang pertama kali dilakukan oleh Sunan Kalijaga merupakan perpaduan antara kisah wayang, yang menceritakan tentang tokoh para dewa dengan nilai-nilai Islam. Adat Makeuta dari Sumatra, yaitu adat hasil perpaduan antara adat local yang telah berlaku sejak nenek moyang masyarakat Aceh dengan adat yang didasari nilai-nilai agama Islam.

Itulah Pengertian / Definisi Seni Budaya Lokal Bagian Dari Tradisi Islam, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Pengertian / Definisi Shalat Sunnah Rawatib

04.38 0
Sahabat admin yang berbahagia, Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang menyertai atau mengikuti shalat fardu lima waktu, baik sebelum maupun sesudah  shalat fardu. Shalat sunnah yang dilakukan sebelum shalat fardu disebut shalat sunnah rawatib qabliyah, yang dilakukan sesudah salat fardu disebut rawatib bakdiyah. Shalat sunnah rawatib ada dua, yaitu shalat sunnah rawatib yang hukumnya sunah muakad dan shalat sunnah rawatib yang hukumnya sunnah gairu muakad.
                                   
Shalat sunnah Rawatib yang hukumnya sunnah muakad adalah dua rakaat sebelum shalat Subuh, dua rakaat sebelum shalat Zuhur, dua rakaat sesudah shalat Zuhur, dua rakaat sesudah shalat Magrib, dua rakaat sesudah shalat Isya, Dua rakaat sebelum shalat Magrib.

Dalam sebuah hadis, diriwayatkan yang artinya sebagai berikut: Dari Abdullah Ibnu Umar r.a berkata, “Saya hafal (ingat) dari Nabi saw. sepuluh rakaat (shalat sunah), yaitu dua rakaat sebelum zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah magrib dikerjakan di rumahnya, dua rakaat sesudah Isya dikerjakan di rumahnya, dan dua rakaat sebelum shalat Subuh.” (H.R. Bukhari:1109).

Dalam sebuah hadis, diriwayatkan yang artinya: Dari Ambasah bin Abu Sufyan berkata aku mendengar saudaraku Ummu Habibah Istri Nabi saw. berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa mengerjakan shalat empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkan api neraka baginya”. (H.R. Tirmizi: 393).

Dalam sebuah hadis lagi, diriwayatkan sebagai berikut : Dari Ibnu Umar, dari Nabi saw., bersabda: “Allah swt. memberi rahmat kepada seseorang yang mengerjakan empat rakaat sebelum Asar.” (H.R. Tirmizi:395).

Cara mengerjakan shalat sunnah rawatib itu seperti mengerjakan shalat fardu yang lima, baik syarat, rukun, sunnah, maupun hal-hal yang membatalkan, sama dengan shalat fardu. Adapun waktu mengerjakannya, karena shalat sunnah Rawatib itu beriringan dengan shalat fardu maka shalat rawatibharus dikerjakan dalam waktu shalat fardu yang diiringi.

Dengan demikian, shalat sunnah rawatib sebelum Zuhur dikerjakan apabila sudah masuk waktu zuhur. Shalat sunnah Rawatib sesudah Zuhur dikerjakan sebelum masuk waktu asar. Urutan mengerjakannya diusahakan agar beriringan dengan shalat fardu yang diiringi. Misalnya, hendak shalat Rawatib Zuhur maka sebelum mengerjakan shalat Zuhur, dikerjakan terlebih dahulu shalat dua rakaat (qabliyah) atau kita kerjakan shalat sunnah dua rakaat atau empat rakaat (bakdiyah).

Itulah Pengertian / Definisi Shalat Sunnah Rawatib, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Pengertian / Definisi Shalat Sunnah Istikharah Dan Tahajud

04.35 0
Sahabat admin yang berbahagia, Istikharah artinya meminta petunjuk untuk menentukan pilihan. Shalat sunnah istikharah adalah shalat sunah dua rakaat untuk meminta petunjuk kepada Allah terhadap suatu pilihan yang masih ragu. Apabila seseorang merasa kesulitan dan tidak dapat memecahkan masalah yang dihadapi, Islam menganjurkan untuk meminta petunjuk kepada Allah dengan melaksanakan shalat dua rakaat.

Setelah shalat selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan berdoa kepada Allah meminta diberi petunjuk dan ketetapan hati dalam memilih suatu pilihan yang masih ragu. Rasulullah bersabdayang Artinya:

Dari Jabir bin Abdillah berkata: Rasulullah saw., mengajarkan kepada kami meminta petunjuk (istikharah) dalam beberapa perkara, sebagaimanan beliau mengajarkan satu surah dari Al- Qur'an. Beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kamu menghendaki sesuatu, hendaklah salat dua rakaat, selain shalat fardu.” (HR. Bukhari:1096).

Shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah tidur pada malam hari antara waktu shalat isya sampai dengan fajar sidik (menjelang subuh). Namun, waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat tahajud adalah dua pertiga malam, sekitar pukul 02.00 dini hari. Hukum melaksanakan shalat tahajud adalah sunah muakad Firman Allah swt.

Wa minal-laili fa tahajjad bihi nafilatal laka, ‘asa ay yab‘asaka rabbuka maqamam mahmudan.

Artinya:“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Q.S. Al Isra/ 17: 79).

Bilangan rakaat salat tahajud paling sedikit dua rakaat dan paling banyak tidak terbatas, menurut kemampuan masing-masing. Salat tahajud boleh dikerjakan tiap-tiap dua rakaat salam. Caranya seperti salat sunnah yang lain dan setelah berakhir ditutup dengan salat witir. Dalam sebuah hadis diriwayatkan sebagai berikut.

Artinya: Dari Ibnu Umar r.a. Ia berkata bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw. tentang shalat malam, Rasulullah saw. bersabda: “Shalat lail itu adalah dua rakaat-dua rakaat maka apabila salah seorang dari kamu takut akan datang waktu Subuh shalatlah satu rakaat maka dia itulah shalat witir. (H.R. Muslim:1239).

Itulah Pengertian / Definisi Shalat Sunnah Istikharah Dan Tahajud, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Pengertian / Definisi Shalat Sunnah Duha

04.33 0
Sahabat admin yang berbahagia, Shalat duha adalah shalat sunnah dua atau empat rakaat dan yang paling banyak dua belas rakaat yang dikerjakan pada shaat duha, yaitu pada waktu pagi hari setelah matahari naik setinggi tombak dan sampai matahari tergelincir/condong ke arah barat (memasuki waktu zuhur). Dalam hadis diriwayatkan sebagai berikut.

Artinya:Dari Abi Hurairah r.a. ia berkata: “Kekasihku Rasulullah saw. Telah memberi wasiat kepadaku tiga macam, puasa tiga hari tiap bulan, shalat Duha dua rakaat dan hendaklah witir sebelum tidur”. (H.R.
Bukhari:1845).

Hukum dari shalat duha adalah sunnah muakad, dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak dua belas rakaat. Cara mengerjakannya seperti halnya shalat-shalat yang lain. Dalam hadis, diriwayatkan sebagai berikut.

Artinya: Dari Abi Said r.a. ia berkata: “Rasulullah saw. selalu melaksanakan shalat Duha sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkan dan apabila meninggalkannya sehingga kita mengira beliau tidak pernah mengerjakan shalat Duha tersebut”. (H.R .Ahmad:10728).

Dalam hadis lain diriwayatkan sebagai berikut: Artinya: “Dari Anas, Bin Malik berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa shalat duha dua belas rakaat, Allah akan membangunkan baginya istana di dalam surga”. (H.R. Ibnu Majah:1370).

Apabila dikerjakan dua rakaat, pada rakaat pertama setelah membaca Surah Al-Fatihah membaca Surah Asy-Syamsi. Pada rakaat kedua setelah membaca Surah Al-Fatihah membaca Surah Ad-Duha. Apabila dikerjakan empat rakaat, setelah salam dua rakaat yang pertama tersebut berdiri lagi, pada rakaat pertama setelah Surah Al- Fatihah membaca Surah Al-Kafirun. Pada rakaat yang kedua setelah Surah Al-Fatihah membaca Surah Al-Ikhlas. Kemudian setelah salam membaca doa yang artinya sebagai berikut:

Ya Allah sesungguhnya waktu Duha itu adalah waktu duha Engkau, keindahan adalah keindahan Engkau, kebagusan adalah kebagusan Engkau, kekuatan adalah kekuatan Engkau, kekuasaan adalah kekuasaan Engkau, dan kesentosaan adalah kesentosaan Engkau. Ya Allah jika rezekiku masih di langit maka turunkanlah, jika masih ada di bumi maka keluarkanlah dan jika masih sukar maka permudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, dan jika masih jauh maka dekatkanlah, dengan berkat waktu Duha Engkau, keindahan Engkau, kebagusan Engkau, kekuatan Engkau, kesentosaan Engkau. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

Itulah Pengertian / Definisi Shalat Sunnah Duha, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Pengertian / Definisi Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

04.29 0
Sahabat admin yang berbahagia, Setelah azan dikumandangkan, kaum muslimin berdatangan ke masjid. Ketika imam belum datang, banyak di antara mereka yang melakukan shalat tahiyatul masjid dua rakaat. Secara bahasa, tahiyatul masjid berarti penghormatan masjid. Dengan demikian, shalat Tahiyatul Masjid berarti shalat yang dikerjakan untuk menghormati masji.
                                                              
Masjid adalah tempat manusia bersujud kepada Allah swt. sebagai Rab semesta alam, berzikir, dan membaca Al-Qur’an . Semua kegiatan yang dilakukan di masjid ditujukan untuk mengagungkan nama Allah swt. Itulah sebabnya masjid disebut Baitullah yang berarti rumah Allah swt dan masjid juga disebut sebagai tempat suci. Hamba-hamba Allah swt yang setia kepada-Nya senantiasa melafalkan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil di dalamnya. Begitu mulianya masjid sehingga Islam mensyariatkan shalat tahiyatul masjid. Rasulullah saw. bersabda sebaga berikut.

Artinya:Dari Abu Qatadah bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu masuk ke masjid, hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum duduk. (H.R. Abu Duwud:395).

Berdasarkan hadis di atas, Rasulullah saw. menyuruh setiap orang yang masuk ke masjid menunaikan shalat dua rakaat. Shalat dua rakaat yang dimaksud adalah shalat tahiyatul masjid. Hukum menunaikan shalat tahiyatul masjid adalah sunah. Apabila dilaksanakan mendapat pahala, apabila ditinggalkan tidak berdosa.

Shalat adalah ibadah mahdah. Pelaksanaan shalat harus sesuai dengan sunnah Rasulullah saw., tidak boleh membuat aturan sendiri. Membuat aturan sendiri dalam ibadah disebut perbuatan bidah. Dalam menunaikan shalat tahiyatul masjid, kita harus memerhatikan hal-hal berikut.
  1. Rukun sah shalat tahiyatul masjid sama dengan rukun shalat pada umumnya.
  2. Syarat sah shalat tahiyatul masjid sama dengan syarat sah shalat yang lain, ditambah satu lagi, yakni dilakukan di masjid. Shalat tahiyatul masjid yang dilakukan di luar masjid atau di tempat selain masjid, tidak sah karena tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.
  3. Shalat tahiyatul masjid dilaksanakan sebanyak dua rakaat sebelum duduk.
  4. Bacaan-bacaan pada shalat tahiyatul masjid sama dengan bacaan shalat yang lain, hanya niat yang berbeda, dan tidak ada aturan khusus. Bagi umat Islam hendaknya membiasakan berdoa sebelum memasuki masjid.

Artinya: Dari Abu Qatadah bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu masuk ke masjid, hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum duduk. (H.R. Abu Duwud:395). Shalat tahiyatul masjid dilaksanakan ketika masuk masjid sebelum duduk dan sebelum shalat jamaah dimulai.

Itulah Pengertian / Definisi Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Macam-Macam Shalat Sunnah Munfarid / Sendirian

04.22 0
Sahabat admin yang berbahagia, Shalat sunnah munfarid adalah shalat sunnah yang dilaksanakan sendiri tanpa berjamaah. Shalat sunnah yang dapat dilaksanakan secara munfarid antara lain berikut ini:
                           
Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

Setelah azan dikumandangkan, kaum muslimin berdatangan ke masjid. Ketika imam belum datang, banyak di antara mereka yang melakukan shalat tahiyatul masjid dua rakaat. Secara bahasa, tahiyatul masjid berarti penghormatan masjid. Dengan demikian, shalat Tahiyatul Masjid berarti shalat yang dikerjakan untuk menghormati masji.

Shalat Sunnah Istikharah

Istikharah artinya meminta petunjuk untuk menentukan pilihan. Shalat sunnah istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta petunjuk kepada Allah terhadap suatu pilihan yang masih ragu.

Shalat Sunnah Duha

Shalat duha adalah shalat sunnah dua atau empat rakaat dan yang paling banyak dua belas rakaat yang dikerjakan pada saat duha, yaitu pada waktu pagi hari setelah matahari naik setinggi tombak dan sampai matahari tergelincir/condong ke arah barat (memasuki waktu zuhur).

Shalat Sunnah Tahajud

Shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah tidur pada malam hari antara waktu shalat isya sampai dengan fajar sidik (menjelang subuh). Namun, waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat tahajud adalah dua pertiga malam, sekitar pukul 02.00 dini hari. Hukum melaksanakan shalat tahajud adalah sunnah muakad.

Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang menyertai atau mengikuti shalat fardu lima waktu, baik sebelum maupun sesudah  shalat fardu. Shalat sunnah yang dilakukan sebelum shalat fardu disebut shalat sunnah rawatib qabliyah, yang dilakukan sesudah shalat fardu disebut rawatib bakdiyah.

Itulah Macam-Macam Shalat Sunnah Munfarid / Sendirian, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Pengertian Dan Waktu Shalat Sunnah Istisqo’ Dan Shalat Sunnah Kusuf

04.19 0
Sahabat admin yang berbahagia, Shalat terdiri atas shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat sunnah disebut juga dengan shalat tatawu’. Shalat sunah berfungsi untuk menambah atau menutupi kekurangan-kekurangan ibadah shalat wajib. Shalat sunnah ada yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah dan munfarid, tetapi disini saya sedikit membahas masalah tentang shalat sunnah Istisqo’ dan shalat kusuf.
                                          
Shalat sunnah Istisqo’ artinya shalah sunnat dua rakaat untuk minta diturunkan hujan. Hukumnya sunnah muakad dan dilaksanakan berjamaah. Adapun ketentuannya adalah:

1.     Dilaksanakan musim kemarau panjang
2.     Dilaksanakan di lapangan terbuka
3.     Pada waktu tengah siang hari
4.     Terdiri atas dua rakaat
5.     Takbir 7 kali pada rakaat pertama dan takbir 5 kali pada rakaat kedua
6.     Ada khutbah, setelah shalat
7.     Berdoa minta diturunkan hujan
8.     Disunahkan puasa tiga hari sebelum pelaksanaan shalat istiqo’
9.     Memperbanyak istighfar dan dianjurkan membawa hewan  ternak.

Shalat Kusuf (Gerhana Matahari) dan Shalat Khusuf (Gerhana Bulan),Hukum shalat kusufain (gerhana bulan dan matahari) sunnah muakad, dengan ketentuan sebagai berikut:

1.     Dilaksanakan pada saat gerhana berlangsung dan belum terang kembali
2.     Sebaiknya dilaksanakan di masjid dan berjamaah
3.    Terdiri atas dua rakaat, empat kali membaca surat al-Fatihah, empat ruku’, empat iktidal, empat sujud, dua duduk di antara dua sujud, sekali tahiyat, dan sekali salam.
4.     Ada khutbah setelah shalat yang berisi anjuran mengagungkan nama Allah, banyak istighfar dan tobat.

Itulah Pengertian Dan Waktu Shalat Sunnah Istisqo’ Dan Shalat Sunnah Kusuf, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Pengertian Shalat Sunnah Witir

04.16 0
Sahabat admin yang berbahagia, Shalat Witir artinya shalat yang ganjil yang dapat dikerjakan satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, dan seterusnya. Shalat witir sedikitdikitnya dikerjakan satu rakaat dan sebanyak-banyaknya dikerjakan sebelas rakaat. Shalat witir dikerjakan setelah shalat Isya, shalat Tarawih, atau shalat Tahajud. Shalat ini boleh dikerjakan dua rakaat dua rakaat salam dan yang terakhir satu rakaat salam atau tiga rakaat salam. Dalam hadis, diriwayatkan sebagai berikut.

Artinya: Dari Abi Ayub, bahwasannya Rasulullah saw. telah bersabda: “ Witir itu adalah hak maka barang siapa yang ingin mengerjakan witir lima kerjakan, barang siapa yang ingin mengerjakan tiga kerjakanlah, dan barang siapa yang ingin mengerjakan witir satu, kerjakanlah”. (H.R. An-Nasa’i:1692).

Waktu untuk mengerjakan shalat Witir adalah setelah shalat Isya sampai terbit fajar. Dalam sebuah hadis diriwayatkan sebagai berikut.

Artinya:Dari Jabir r.a. berkata bahwasanya Rasulullah saw. telah bersabda: “Barang siapa takut/khawatir tidak dapat bangun pada akhir malam maka kerjakanlah witir pada awal malam, dan barang siapa ingin mengerjakan shalat witir pada akhir malam maka kerjakanlah karena shalat akhir malam itu dipersaksikan, dan itulah yang lebih baik.” (H.R. Muslim:1255).

Shalat Witir ini merupakan penutup dari shalat lain yang dikerjakan pada malam itu sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw. berikut ini.

Artinya:Dari Ibnu Umar r.a. dari Nabi saw. bersabda, ”Jadikanlah shalat witir sebagai penutup (akhir) shalat kamu sekalian pada waktu malam.’’ (H.R. Muslim:1245).

Itulah Pengertian Shalat Sunnah Witir, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Panduan / Pengertian Shalat Sunnah Tarawih

04.13 0
Sahabat admin yang berbahagia, Salat tarawih termasuk shalah satu shalat lail, yakni shalat yang dikerjakan pada tiap malam sehabis shalat Isya sampai terbit fajar pada bulan Ramadan. Hukum shalat tarawih adalah sunnah muakad yang dapat dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah di rumah atau di masjid. Dalam sebuah hadis diriwayatkan yang artinya sebagai berikut.

Dari Abi Hurairah bahwasanya Rasulullah saw. menganjurkan agar berdiri (shalat) pada malam bulan Ramadan, beliau tidak memerintahkan dengan sangat, beliau hanya berkata: “Barang siapa beramal pada bulan Ramadan dengan penuh beriman dan mengharapkan semata-mata karena Allah, maka Allah akan mengampuni segala dosanya yang telah lalu.” (H.R. Muslim:1267).

Adapun jumlah bilangan shalat tarawih terdapat perbedaan karena tiga pendapat berikut:

Pendapat pertama, Jumlah rakaat shalat tarawih yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. adalah delapan rakaat dan ditambah tiga rakaat shalat witir. Hal itu berdasarkan hadis Nabi saw. berikut.

Dari Aisyah r.a ia berkata bahwasanya Rasulullah saw. menambah dalam bulan Ramadan dan tidak pula dalam bulan lainnya dari sebelas rakaat, yaitu beliau shalat empat rakaat, maka janganlah engkau menanyakan tentang kebaikannya dan panjangnya. Kemudian shalat tiga rakaat kemudian Aisyah bertanya: Wahai Rasulullah apakah Engkau tidur sebelum shalat witir? Jawab Nabi: Hai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur dan tidak tidur hatiku,’ (H.R. Bukhari:1079).

Pendapat yang kedua, jumlah rakaat shalat tarawih adalah dua puluh dua rakaat dan ditambah tiga rakaat shalat witir. Ini adalah pendapat Imam Ahmad Hanifah, Imam Malik, dan Imam Safi’I sebagaimana yang telah dikerjakan pada masa Umar bin Khattab.

Pendapat yang ketiga, jumlah rakaat shalat tarawih adalah tiga puluh enam rakaat dan ditambah tiga rakaat shalat witir. Hal ini diamalkan pada masa Umar bin Abdul Aziz di Madinah.

Cara mengerjakan salat tarawih ada dua macam.

Bagi yang berpegang kepada hadis di atas, cara mengerjakannya adalah empat rakaat salam, empat rakaat salam; kemudian ditutup dengan shalat witir tiga rakaat salam.

Bagi yang berpegang kepada hadis bahwa shalat lail itu dua rakaat-dua rakaat, cara mengerjakan shalat tarawih, tiap dua rakaat diakhiri dengan salam dan yang terakhir ditutup dengan shalat witir. Shalat witir dapat dikerjakan tiga rakaat sekaligus satu salam dengan tasyahud atau dua rakaat salam ditambah satu rakaat salam.

Itulah Panduan / Pengertian Shalat Sunnah Tarawih, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Rukun Dan Syarat Shalat Idain / Idul Adha Dan Idul Fitri

04.09 0
Sahabat admin yang berbahagia, Idain artinya dua hari raya. Shalat sunah idain artinya shalat sunah yang dikerjakan pada waktu dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitr dan Idul Adha. Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawwal setelah umat Islam selesai melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Adapun shalat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Zhulhijjah.

Rukun dan syarat shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) hampir sama. Kedua shalat tersebut waktunya mulai sejak terbitnya matahari. Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal tahun Hijriah setelah puasa Ramadan, sedangkan shalat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah tahun Hijriah. Kedua shalat Idain ini dilaksanakan sebelum dua khotbah dilaksanakan sebagaimana hadis Nabi saw. berikut.

Dari Ibnu Umar, “Rasulullah saw., Abu Bakar dan Umar mengerjakan shalat idain (Idul Fitri dan Idul Adha) sebelum khotbah. (H.R. Nasa’i:1546).

Pelaksanaan shalat Idain adalah rakaat pertama setelah takbiratulihram, membaca doa iftitah dan dilanjutkan dengan takbir 7 kali. Pada rakaat kedua setelah takbir untuk berdiri, dilanjutkan takbir 5 kali. Setelah shalat dua rakaat ini dilanjutkan dengan dua khotbah, khotbah pertama membaca takbir 9 kali dan khotbah kedua membaca takbir 7 kali. Shalat Idain boleh dilaksanakan di masjid atau di lapangan.

Beberapa hal yang berkaitan dengan shalat Idain adalah sebagai berikut.

Sebelum pergi shalat Idain, disunahkan mandi, berhiasdengan memakai pakaian yang baik-baik, dan memakai wangi-wangian.

Dari Hasan bin Ali, ia berkata: “Rasulullah saw. Telah menyuruh kami pada dua hari raya, yaitu memakai pakaian sebaik-baiknya yang ada pada kami dan memakai harumharuman sebaik-baiknya yang ada pada kami dan berkurban dengan binatang segemuk-gemuknya yang ada pada kami”. (H.R. Al-Hakim).

Sebelum pergi shalat Idul Fitri disunahkan makan pagi terlebih dahulu, sedangkan pada shalat Idul Adha disunahkan makan setelah shalat Id.

Dalam hadis diriwayatkan sebagai berikut. Dari Buraidah r.a. berkata: “Rasulullah saw. tidak keluar untuks alat hari raya Fitri sehingga beliau makan pagi dan pada hari Adha tidak makan pagi sehingga beliau keluar dari shalat dan makan daging kurbannya. (H.R. Ahmad).

Sewaktu pulang dari shalat Idain, hendaklah mengambil jalan yang berlainan dengan ketika berangkat untuk shalat. Dari Ibnu Umar Sesungguhnya Rasulullah saw. pada hari raya berangkat shalat mengambil suatu jalan kemudian pulang dengan jalan lain. (H.R. Abu Dawud:976).

Disunahkan untuk memperbanyak membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari raya Fitrah sejak tenggelamnya matahari 1 Syawal sampai khatib naik mimbar. Pada hari raya kurban, membaca tahlil, takbir, dan tahmid sejak subuh pada hari Arafah (tanggal 9 Zulhijah) sampai Asar pada akhir hari Tasyrik.

Shalat Idain dilaksanakan dengan berjamaah, Membaca takbir tujuh kali sesudah takbiratul ihram pada rakaat pertama dan lima kali setelah takbir berdiri pada rakaat kedua, Antara takbir yang satu dan yang lain hendaklah membaca tasbih, Pada rakaat pertama setelah membaca surah al-Fatihah disunahkan membaca surah al-Ahqaf dan pada rakaat kedua disunahkan membaca surah al-A’la atau al-Gasiyah.

Imam mengeraskan bacaannya, kecuali makmum, Hendaklah dibacakan khotbah dengan satu khotbah jika shalat di tanah lapang dan dapat dua khotbah jika di masjid, Khotbah hendaklah disesuaikan dengan keadaan. Apabila khotbah Idul-Fitri, penerangan tentang zakat fitrah, sedangkan khotbah Idul Adha, penerangan tentang penyembelihan kurban, ibadah haji, dan sebagainya.

Itulah Rukun Dan Syarat Shalat Idain / Idul Adha Dan Idul Fitri, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Definisi / Pengertian Shalat Idain / Idul Adha Dan Idul Fitri

03.29 0
Sahabat admin yang berbahagia, Idain artinya dua hari raya. Shalat sunnah idain artinya shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitr dan Idul Adha. Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawwal setelah umat Islam selesai melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Adapun shalat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Zhulhijjah.
                                     
Waktu pelaksanaan shalat idain adalah sesudah terbit matahari sampai menjelang zuhur. Pelaksanaan shalat Idul Fitri lebih utama apabila dilaksanakan lebih siang. Bagi orang yang belum menunaikan zakat fitrah, dapat segera membayarkannya. Adapun shalat Idul Adha lebih utama dilaksanakan lebih awal, sehingga dapat segera melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha terdiri atas dua rakaat dan khutbah setelah shalat.

Pada rakaat pertama takbir tujuh kali dan membaca Surah Al-A’la. Adapun pada rakaat kedua takbir lima kali dan membaca surat al-Ghasiyah. Shalat sunnah dua hari raya (Idain) hukumnya adalah sunah muakad, yaitu shalat sunnah yang lebih utama dikerjakan. Shalat sunnah ini sangat dianjurkan di dalam Islam dan Nabi Muhammad saw. Selalu menjalankannya. Dalam sebuah hadis diriwayatkan yang artinya sebagai berikut.

Dari Ummi ‘Atiyyah, ia berkata: “Rasulullah saw. Telah memerintahkan pada kami agar mengeluarkan anak-anak gadis, perempuan-perempuan yang sedang haid pada dua hari raya untuk menyaksikan kebaikan dan dakwah orang-orang muslim dan orang-orang yang sedang haid menyendiri dari tempat shalat (H.R.Anasa’i:1540).

Itulah Definisi / Pengertian Shalat Idain / Idul Adha Dan Idul Fitri, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Macam-Macam Shalat Sunnah Berjamaah

17.35 0
Sahabat admin yang berbahagia, Shalat terdiri atas shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat sunnah disebut juga dengan shalat tatawu’. Shalat sunnah berfungsi untuk menambah atau menutupi kekurangan-kekurangan ibadah shalat wajib. Shalat sunnah ada yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah dan munfarid, tetapi disini saya sedikit membahas masalah tentang shalat sunnah berjamaah.

Shalat Idain

Idain artinya dua hari raya. Shalat sunnah idain artinya shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitr dan Idul Adha. Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawwal setelah umat Islam selesai melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Adapun shalat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Zhulhijjah. Waktu pelaksanaan shalat idain adalah sesudah terbit matahari sampai menjelang zuhur. Pelaksanaan shalat Idul Fitri lebih utama apabila dilaksanakan lebih siang.

Shalat Tarawih

Shalat tarawih termasuk salah satu shalat lail, yakni shalat yang dikerjakan pada tiap malam sehabis shalat Isya sampai terbit fajar pada bulan Ramadan. Hukum shalat tarawih adalah sunah muakad yang dapat dikerjakan sendiri-sendiri atau berjamaah di rumah atau di masjid.

Shalat Witir

Shalat Witir artinya shalat yang ganjil yang dapat dikerjakan satu rakaat, tiga rakaat, lima rakaat, dan seterusnya. Shalat witir sedikitdikitnya dikerjakan satu rakaat dan sebanyak-banyaknya dikerjakan sebelas rakaat. Shalat witir dikerjakan setelah shalat Isya, shalat Tarawih, atau shalat Tahajud. Shalat ini boleh dikerjakan dua rakaat dua rakaat salam dan yang terakhir satu rakaat salam atau tiga rakaat salam.

Shalat Istisqo’

Shalat sunnah Istisqo’ artinya shalat sunnah dua rakaat untuk minta diturunkan hujan. Hukumnya sunnah muakad dan dilaksanakan berjamaah.

Shalat Kusuf (Gerhana Matahari) dan Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)

Hukum shalat kusufain (gerhana bulan dan matahari) sunnah muakad,

Itulah Macam-Macam Shalat Sunnah Berjamaah, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…

Definisi / Pengertian Shalat Sunnah Berjamaah Dan Shalat Sunnah Munfarid

06.45 0
Sahabat admin yang berbahagia, Shalat terdiri atas shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat sunnah disebut juga dengan shalat tatawu’. Shalat sunnah berfungsi untuk menambah atau menutupi kekurangan-kekurangan ibadah shalat wajib. Shalat sunnah ada yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah dan munfarid.
                                        
Shalat sunnah berjamaah berarti shalat sunnah yang dilakukan secara brsama-sama yang terdiri atas imam dan makmum. Imam adalah orang yang menjadi pemimpin dalam shalat dan berdiri paling depan. Imam disyaratkan sudah baligh, dewasa, dan faham tata cara shalat. Sedangkan makmum adalah orang yang mengikuti imam dan berdiri di belakang imam serta tidak boleh mendahului gerakan imam.

Selain itu, juga harus berniat menjadi makmum. Imam lebih diutamakan orang yang fasih (baik) dalam membaca Al- Qur'an. Imam laki-laki, maka makmumnya boleh laki-laki dan perempuan. Adapun jika imamnya perempuan, maka makmumnya harus perempuan pula. Rasulullah saw bersabda yang artinya :

“Dan janganlah orang perempuan menjadi imam bagi laki-laki.” (H.R. Ibnu Majah:1071).

Munfarid artinya sendiri. Shalat sunnah munfarid adalah shalat sunnah yang dilakukan sendiri, tidak ada imam ataupun makmum. Ketentuan shalat munfarid sama dengan ketentuan shalat pada umumnya, yaitu memenuhi syarat dan rukun shalat, suci badan, pakaian, dan tempat dari hadas maupun najis.

Itulah Definisi / Pengertian Shalat Sunnah Berjamaah Dan Shalat Sunnah Munfarid, mudah-mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan Allah selalu memberi hidayah dan ridhaNya kepada kita semua amin…